Tuesday, February 10, 2015

DOSEN JUGA MANUSIA

Tak terasa, saya telah menekuni profesi sebagai dosen selama hampir lima tahun. Dua tahun sebagai dosen part-time dan dua setengah tahun sebagai dosen full-time. Artinya saya adalah karyawan dari sebuah universitas dan harus hadir setiap hari dengan jam kerja yang telah ditentukan – seperti karyawan kantoran pada umumnya.

Selama itu pulalah saya telah berhubungan dengan banyak mahasiswa. Ada yang baik, sangat sopan bahkan cenderung lebay. Namun tak sedikit pula yang cuek, bahkan seringkali jutek mungkin karena mendapat nilai rendah dari saya. Selama itu pula saya tak pernah menanggapi serius secara personal. Sudah menjadi kewajiban saya untuk membantu mereka semua dalam hal akademis.

Saat saya memutuskan untuk full-time menjadi dosen, salah satu alasan terkuat adalah saya ingin pulang kerja lebih jelas (baca: lebih cepat) daripada saat bekerja di agency. Namun tidak jarang pula beberapa mahasiswa mengontak saya di luar jam perkuliahan guna mendiskusikan hal-hal tertentu. Jika sedang ada waktu luang tentu saya akan tanggapi. Ya namun perlu diingat, dosen juga manusia. Saya bisa lelah, suntuk – bahkan galau! Bisa juga sedang mengurus keluarga – main dengan anak atau membantu anak mengerjakan PR. Artinya saya harus dapat membagi waktu saya. Tak semua dapat saya berikan buat mahasiswa. Istilah lainnya: ‘saya juga punya kehidupan lain di luar kehidupan sebagai dosen’.

Di satu sisi – entah karena keterpaksaan atau karena ketidaksabaran – mahasiswa seringkali mengontak saya untuk masalah akademis pada waktu yang tidak tepat. Etika seringkali terlupakan dan dosen sering dianggap sebagai deodorant – harus ‘setia setiap saat’. Berikut adalah beberapa pengalaman yang pernah saya alami sendiri:


1. KENALAN DULU DOOONG!!!


Saya mungkin masih mampu mengenali mahasiswa saya lewat wajahnya. Namun jangan beranggapan saya menyimpan semua nomor ponsel mahasiswa di phone book saya. Jadi sebaiknya sebelum mahasiswa mengutarakan maksudnya, ya sebutkan dulu nama dan kelasnya – NIM juga boleh walau gak ngefek banget.













2. DOSEN BUKAN 7-ELEVEN YANG BUKA 24 JAM



Saya juga manusia, butuh istirahat seperti manusia normal lainnya. Dulu mungkin saya cukup kuat begadang saat kerja di agency. Namun entah kenapa sekarang saya cepat mengantuk. Jadi sebaiknya batasi jam mengontak saya sebelum jam 9 malam, karena saya bukan 7-ELEVEN dan tidak OPEN 24HRS.
















3. DOSEN JUGA BUTUH LIBURAN




Saat weekend atau hari libur lainnya, mungkin saya juga punya kegiatan pribadi. Mungkin bersepeda, berkebun ataupun liburan bersama keluarga. Saat itu saya biasanya paling malas dihubungi mahasiswa, apalagi untuk hal yang seharusnya masih bisa ditunda. Bukannya sombong sih, tapi kan saya berarti juga beranggapan mahasiswa butuh liburan… :D













4. TUGAS DOSEN BUKAN HANYA MEMBIMBING MAHASISWA

Beberapa mahasiswa menganggap bahwa tugas seorang dosen adalah mengajar dan mengajar – bimbingan skripsi atau bimbingan magang saja. Padahal semua dosen – termasuk saya – juga masih punya tugas-tugas lain yang tidak kalah pentingnya. Kami harus melakukan penelitian, melakukan pengabdian kepada masyarakat dan juga mengurus hal-hal lain yang bersifat administratif lainnya. Mungkin beberapa mahasiswa beranggapan bahwa pekerjaan mereka lebih penting dari pekerjaan si dosen, namun percayalah dosen juga punya pekerjaan penting. Dan satu lagi, dosen juga butuh makan siang – sama seperti orang kantoran pada umumnya…


Nothing personal… Kalo mahasiswa ingin dihargai oleh dosennya, ya cobalah untuk menghargai pula dosennya. Sebuah hal sederhana yang kadang terlupakan…

2 comments:

  1. pernah ga dapat sms "pak nilai saya dikit lagi 3 loh pak, tambahin dikit lagi ya pak???"

    ReplyDelete
  2. pernah banget... malah alasannya lebih ajaib: "Pak, tolong dong dikasih A Pak. Kalo gak A, saya gak bisa dapet beasiswa..."

    Beasiswa kok ngemis...

    ReplyDelete