| source: http://ariffshah.com/wp-content/uploads/kerja-fresh-graduate.jpg |
Gaji adalah hak setiap karyawan. Gaji adalah ukuran
kuantitatif keberhasilan karir seseorang. Namun masalah akan dating jika
seseorang menuntut gaji lebih tinggi dari kualitas dan kemampuan orang
tersebut. Tanpa bermaksud menghalang-halangi seseorang untuk mendapatkan gaji
besar, saya lebih setuju jika besaran gaji itu berbanding lurus dengan kualitas
seseorang. Artinya, semakin baik kualitas seorang karyawan, maka besaran
gajinya pun akan semakin baik.
Saya cukup terganggu jika ada yang bertanya dan langsung
menyebutkan angka, “Pak, kalo jadi
jabatan itu dapet gak ya lima juta?” Duh, kok belum memperlihatkan
kemampuan dan hasil yang baik tau-tau sudah minta jumlah tertentu saja. Apa iya
tidak ada calon karyawan lain yang secara kualitas lebih baik namun bisa digaji
lebih rendah?
Ada salah satu mentor yang pernah kasih nasihat ke saya, “Co, jangan kejar bayangannya. Kejarlah
cahayanya!” Sumpah saya gak paham awalnya. Namun akhirnya saya mengetahui
maksud dari nasihat itu adalah jangan hanya mengejar hasil akhir, namun
pelajarilah prosesnya dengan baik.
Tidak ada yang salah dengan gaji besar. Namun sebaiknya hal
tersebut didapat setelah memahami proses yang baik. Jika seorang karyawan punya
kemampuan dan attitude yang baik,
saya yakin bahwa perusahaan akan menganggap karyawan tersebut adalah aset perusahaan
yang sangat berharga. Jika karyawan tersebut dapat menghasilkan keuntungan yang
besar bagi perusahaan tersebut, sudah tentu perusahaan tersebut merasa pantas
untuk menghargai karyawannya secara lebih.
Namun, jika dalam satu semester perusahaan tidak mau
memberikan apresiasi lebih pada karyawan itu, lebih baik pindah dan mencari
tempat baru – perusahaan yang memang dapat menghargai karyawan yang
berkualitas. Tidak akan sulit bagi seorang karyawan yang berkualitas untuk
mencari pekerjaan selanjutnya. Yang kemudian jadi masalah adalah jika seorang
karyawan overpaid dan berkualitas
pas-pasan, mencari pekerjaan selanjutnya menjadi lebih sulit. Akhirnya sampai
pada titik jenuh, mau pindah kerja susah tapi tempat yang lama sudah tidak
menyenangkan…
No comments:
Post a Comment