Wednesday, December 10, 2014

Freshgrad mau gaji gede?

source: http://ariffshah.com/wp-content/uploads/kerja-fresh-graduate.jpg
Beberapa mahasiswa saya menanyakan tentang standar gaji seorang freshgrad. Sepintas memang tak ada yang salah dengan hal itu. Ketika saya tanya balik, kamu merasa pantas digaji berapa? Mereka langsung kebingungan.

Gaji adalah hak setiap karyawan. Gaji adalah ukuran kuantitatif keberhasilan karir seseorang. Namun masalah akan dating jika seseorang menuntut gaji lebih tinggi dari kualitas dan kemampuan orang tersebut. Tanpa bermaksud menghalang-halangi seseorang untuk mendapatkan gaji besar, saya lebih setuju jika besaran gaji itu berbanding lurus dengan kualitas seseorang. Artinya, semakin baik kualitas seorang karyawan, maka besaran gajinya pun akan semakin baik.

Saya cukup terganggu jika ada yang bertanya dan langsung menyebutkan angka, “Pak, kalo jadi jabatan itu dapet gak ya lima juta?” Duh, kok belum memperlihatkan kemampuan dan hasil yang baik tau-tau sudah minta jumlah tertentu saja. Apa iya tidak ada calon karyawan lain yang secara kualitas lebih baik namun bisa digaji lebih rendah?
Ada salah satu mentor yang pernah kasih nasihat ke saya, “Co, jangan kejar bayangannya. Kejarlah cahayanya!” Sumpah saya gak paham awalnya. Namun akhirnya saya mengetahui maksud dari nasihat itu adalah jangan hanya mengejar hasil akhir, namun pelajarilah prosesnya dengan baik.

Tidak ada yang salah dengan gaji besar. Namun sebaiknya hal tersebut didapat setelah memahami proses yang baik. Jika seorang karyawan punya kemampuan dan attitude yang baik, saya yakin bahwa perusahaan akan menganggap karyawan tersebut adalah aset perusahaan yang sangat berharga. Jika karyawan tersebut dapat menghasilkan keuntungan yang besar bagi perusahaan tersebut, sudah tentu perusahaan tersebut merasa pantas untuk menghargai karyawannya secara lebih.

Namun, jika dalam satu semester perusahaan tidak mau memberikan apresiasi lebih pada karyawan itu, lebih baik pindah dan mencari tempat baru – perusahaan yang memang dapat menghargai karyawan yang berkualitas. Tidak akan sulit bagi seorang karyawan yang berkualitas untuk mencari pekerjaan selanjutnya. Yang kemudian jadi masalah adalah jika seorang karyawan overpaid dan berkualitas pas-pasan, mencari pekerjaan selanjutnya menjadi lebih sulit. Akhirnya sampai pada titik jenuh, mau pindah kerja susah tapi tempat yang lama sudah tidak menyenangkan…


No comments:

Post a Comment