Seorang mahasiswa saya berkata, “Wisuda adalah saat berkumpul untuk
kemudian berpisah...” Sebuah pernyataan yang banyak mengandung kebenaran, walau
tidak sepenuhnya benar. Wisuda, walaupun sering banyak yang mengatakan bahwa
hal tersebut hanyalah sebatas seremoni belaka, namun tidak dapat dipungkiri
merupakan saat yang paling dinanti-nantikan oleh para mahasiswa. Saat di mana
mereka dilantik dan sah menyandang gelar sarjana yang telah mereka
perjuangankan selama empat tahun (atau lebih?).
Jerih payah, semua beban dan perjuangan terasa terbalaskan sudah saat
rektor mengayunkan kuncir topi toga dari kiri ke kanan. Saat wisuda yang ada
hanyalah rasa bahagia dan haru. Sebab rasa takut, was-was dan grogi telah
hilang setelah dinyatakan lulus setelah sidang skripsi. Ya, wisuda saatnya berbahagia...
Namun, di balik semua itu terdapat beberapa makna lainnya. Wisuda
bukanlah akhir, namun merupakan awal. Wisuda adalah saat di mana kami para
pendidik mengakhiri masa kami mendampingi para mahasiswa dan melepas mereka
pada gerbang kehidupan yang sesungguhnya. Setelahnya, para mahasiswa akan
menjalani hidupnya sendiri menjadi seorang survivor. Semua simulasi yang telah
diajarkan di kelas sebelumnya, saat ini telah berubah menjadi ring pertarungan
yang sesungguhnya. Jika sebelumnya para pendidik memberikan ‘pukulan’ sebatas
kemampuan mahasiswa, maka di ring pertarungan yang sesungguhnya
lawan akan memberikan ‘pukulan’ untuk menjatuhkan mereka.
Ring pertarungan tidak mengenal
kata coba-coba. Siapa yang ‘tahan pukul’ akan bertahan dan yang tersungkur
harus keluar dari arena dan mencari ring pertarungan baru. Saya hanya berdoa,
semoga kalian – para mahasiswaku – mampu menjadi yang terbaik di luar sana.
Seperti saya pernah bilang pada kalian di kelas, yang saat ini di kanan kiri kalian
adalah teman kalian – setelah wisuda nanti mungkin saja akan menjadi rival
kalian. Jadi, memang benar wisuda adalah saat berkumpul untuk kemudian
berpisah... namun bisa jadi kalian akan bertemu kembali, bukan sebagai teman
melainkan rival bahkan musuh. Beware buddy!

No comments:
Post a Comment