Sunday, December 1, 2013

Gerbang itu bernama WISUDA


Seorang mahasiswa saya berkata, “Wisuda adalah saat berkumpul untuk kemudian berpisah...” Sebuah pernyataan yang banyak mengandung kebenaran, walau tidak sepenuhnya benar. Wisuda, walaupun sering banyak yang mengatakan bahwa hal tersebut hanyalah sebatas seremoni belaka, namun tidak dapat dipungkiri merupakan saat yang paling dinanti-nantikan oleh para mahasiswa. Saat di mana mereka dilantik dan sah menyandang gelar sarjana yang telah mereka perjuangankan selama empat tahun (atau lebih?).

Jerih payah, semua beban dan perjuangan terasa terbalaskan sudah saat rektor mengayunkan kuncir topi toga dari kiri ke kanan. Saat wisuda yang ada hanyalah rasa bahagia dan haru. Sebab rasa takut, was-was dan grogi telah hilang setelah dinyatakan lulus setelah sidang skripsi. Ya, wisuda saatnya berbahagia...

Namun, di balik semua itu terdapat beberapa makna lainnya. Wisuda bukanlah akhir, namun merupakan awal. Wisuda adalah saat di mana kami para pendidik mengakhiri masa kami mendampingi para mahasiswa dan melepas mereka pada gerbang kehidupan yang sesungguhnya. Setelahnya, para mahasiswa akan menjalani hidupnya sendiri menjadi seorang survivor. Semua simulasi yang telah diajarkan di kelas sebelumnya, saat ini telah berubah menjadi ring pertarungan yang sesungguhnya. Jika sebelumnya para pendidik memberikan ‘pukulan’ sebatas kemampuan mahasiswa, maka di ring pertarungan yang sesungguhnya lawan akan memberikan ‘pukulan’ untuk menjatuhkan mereka.

                Ring pertarungan tidak mengenal kata coba-coba. Siapa yang ‘tahan pukul’ akan bertahan dan yang tersungkur harus keluar dari arena dan mencari ring pertarungan baru. Saya hanya berdoa, semoga kalian – para mahasiswaku – mampu menjadi yang terbaik di luar sana. Seperti saya pernah bilang pada kalian di kelas, yang saat ini di kanan kiri kalian adalah teman kalian – setelah wisuda nanti mungkin saja akan menjadi rival kalian. Jadi, memang benar wisuda adalah saat berkumpul untuk kemudian berpisah... namun bisa jadi kalian akan bertemu kembali, bukan sebagai teman melainkan rival bahkan musuh. Beware buddy! 

No comments:

Post a Comment