Monday, April 8, 2013

CSR:Tidak Sekedar Balas Budi Perusahaan

Semester ini - genap 2013 - saya kebagian mengajar mata kuliah CSR: Corporate Social Responsibility. Sebuah wacana yang sebelumnya jarang sekali menarik perhatian saya, selama bekerja di industri periklanan. Hal tersebut membuat saya - mau tidak mau - harus membuka dan mempelajari banyak hal lagi tentang CSR. Yap, salah satu keuntungan menjadi dosen adalah "dipaksa" untuk selalu belajar. Dosen bukanlah manusia super, tidak semua hal harus tahu. Namun demikian, dosen haruslah siap diajak berdiskusi dan mempelajari hal-hal baru.



Dengan mengajar mata kuliah CSR ini, saya benar-benar mempelajari banyak hal. Selama ini, saya menyangka CSR hanya menjadi ranah ilmu komunikasi. Namun ternyata, CSR mempunyai cakupan studi yang begitu luas, mulai dari lingkungan, hukum, manajemen sampai HAM dan perburuhan - suatu hal yang tidak mungkin saya pelajari saat saya masih menjadi seorang kreatif di biro iklan. :)

Selama ini yang saya tahu, CSR dilakukan setelah perusahaan beroperasi. CSR merupakan sebuah strategi marketing dan harus selalu ada benefit dari program CSR. Namun saya salah... CSR ternyata jauh... jauh lebih luas dari itu. CSR harus dilakukan sebelum perusahaan beroperasi sebagai bentuk license to operate perusahaan dari masyarakat sekitar. CSR juga tak melulu masalah marketing. CSR juga tak harus berhubungan dengan keuntungan finansial.

Dalam CSR kita belajar menjadi manusia. Belajar peduli pada sesama, bahkan belajar peduli pada keturunan - anak cucu kita kelak. CSR tidak hanya sekedar balas budi perusahaan, menyisihkan keuntungan bagi para stakeholder. Melalui CSR kita belajar sekaligus menjadikan bumi tetap terlangsung kelestariannya. Tentu kita tak mau mewariskan bumi yang rusak kepada keturunan kita kelak...

Bukan hanya corporate yang wajib melakukan social responsibility, namun kita semua harus melakukannya jika kita masih merasa bahwa manusia adalah makhluk sosial... yang tak mungkin hidup tanpa dukungan manusia lainnya... :)